简体中文
繁體中文
English
Pусский
日本語
ภาษาไทย
Tiếng Việt
Bahasa Indonesia
Español
हिन्दी
Filippiiniläinen
Français
Deutsch
Português
Türkçe
한국어
العربية
Ikhtisar:Hak atas fotoClaudio Villa - Inter/Inter via Getty ImagesImage caption "Saya siap membantu orang tua
Hak atas fotoClaudio Villa - Inter/Inter via Getty ImagesImage caption “Saya siap membantu orang tuanya untuk membayar makan siangnya di kantin sekolah,” kata Antonio Candreva, penyerang klub Inter Milan.
Bintang sepak bola Inter Milan, Antonio Candreva, menyisihkan sebagian gajinya untuk membiayai makan siang seorang anak keluarga imigran kurang mampu di sebuah sekolah dasar di Italia.
Keluarga anak imigran itu tidak mampu membayar biaya makan siang di sekolahnya, sehingga hanya diberi menu keripik dan ikan tuna dan bukan menu rutin makan siang, seperti dilaporkan media Italia.
Negara-negara mana saja yang paling banyak menampung imigran?
Partai kanan AfD tetapkan 'Islam tak cocok dengan budaya Jerman'
“Kami diperlakukan bagai anjing”, derita kaum minoritas Gipsi di Italia
Anak perempuan tersebut dilaporkan menangis saat jatah makan siangnya dikurangi. Kabar ini kemudian menjadi isu besar di Italia, dan diketahui oleh pemain berusia 32 tahun tersebut.
“Saya siap membantu orang tuanya untuk membayar makan siangnya di kantin sekolah,” kata Candreva kepada Wali Kota Minerbe, yang berjarak 35km dari Kota Verona, Italia.
Hak atas fotoGetty ImagesImage caption Keluarga anak imigran itu tidak mampu membayar biaya makan siang di sekolahnya, sehingga hanya diberi menu keripik dan ikan tuna. Foto ilustrasi: keripik dan taburan potongan ikan tuna di atasnya.
Masalah ini kemudian merembet menjadi isu politik, karena Wali Kota Minerbe, Andrea Girardi adalah politikus Partai Lega Nord (Northern League), yang dikenal anti-imigran.
Salah-seorang politikus yang paling dikenal, sekaligus Sekjen Partai Gerakan Lima Bintang (The Five Star Movement), yang juga anti-imigran, adalah Matteo Salvini, Menteri Luar Negeri Italia. Dua partai ini membangun koalisi pemerintahan populis.
Partai Demokrat (PD), yang berhaluan tengah-kiri, menuduh pemerintah menerapkan “kebijakan diskriminatif”.
Laporan-laporan media mengungkapkan anak-anak lain makan siang dengan menu pasta dan hidangan kedua, sementara anak imigran itu hanya mengonsumsi tuna dan keripik.
Hak atas fotoMarco Luzzani - Inter/Getty ImagesImage caption Bintang sepak bola Inter Milan, Antonio Candreva, menyisihkan sebagian gajinya untuk membiayai makan siang seorang anak keluarga imigran kurang mampu di sebuah sekolah dasar di Italia.
Menanggapi tudingan miring yang mengarah kepadanya, Wali Kota Minerbe, Andrea Girardi mengatakan sebagian siswa mendapat jatah makan keripik dan ikan, karena keluarga lainnya “membayar biaya (kantin) secara teratur”.
Bagaimanapun, apa yang dialami bocah perempuan yang berlatar imigran itu beredar luas di media sosial Italia dan memunculkan fakta lainnya bahwa anak-anak lain dari keluarga imigran yang kurang mampu menghadapi kesulitan yang sama di sekolah.
Dalam beberapa kasus, menurut harian La Repubblica, sejumlah guru memberikan makan siang mereka kepada anak-anak yang orang tuanya tidak mampu membayar biaya kantin.
Hak atas fotoveronanetworkImage caption Wali Kota Minerbe, Girardi kemudian menjawab bahwa pemerintahannya telah membantu 30 keluarga yang mengalami kesulitan serupa terkait pembayaran uang kantin.
Wali Kota Minerbe, Girardi kemudian menjawab bahwa pemerintahannya telah membantu 30 keluarga yang mengalami kesulitan serupa terkait pembayaran uang kantin.
“Kami menghadapi puluhan masalah seperti ini, dan tentu saja, kami tidak bisa menutupi seluruh biayanya. Jadi, kami memutuskan membuat kebijakan lain,” papar Girardi.
Anggota Dewan Kota Minerbe, yang dikutip media di Italia, mengatakan: “Bagaimana Anda bisa menganggapnya adil, ketika seorang bocah perempuan di sebuah sekolah dasar dihina karena orang tuanya menunggak bayar biaya makan siang?”
Disclaimer:
Pandangan dalam artikel ini hanya mewakili pandangan pribadi penulis dan bukan merupakan saran investasi untuk platform ini. Platform ini tidak menjamin keakuratan, kelengkapan dan ketepatan waktu informasi artikel, juga tidak bertanggung jawab atas kerugian yang disebabkan oleh penggunaan atau kepercayaan informasi artikel.